Langsung ke konten utama

Keinginan/Tujuan bila sudah kita tentukan akan terkabul/tercapai ….

Jika hari ini kita punya keinginan/tujuan untuk pergi ke suatu tempat, hampir bisa dipastikan akan sampai tujuan, bisa dikatakan 99% tercapai. Sebagai contoh kita setiap hari pergi ke sekolah atau ke kantor, maka selama bertahun-tahun kita sukses sampai ke sekolah dan ke tempat kerja kita. Seandainya meleset/tidak sampai ke sekolah atau kantor prosentasenya sangat kecil sekali dibandingkan yang berhasil ke sekolah/kantor.
Ternyata hukum ini juga berlaku untuk keinginan/ tujuan kita yang lain. Saya akan berbagi pengalaman pribadi saya yang mungkin sederhana dan sepertinya wajar terjadi, tetapi menurut saya tanpa ijin Sang Maha Kuasa dan dukungan alam semesta mustahil bisa terjadi.
Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan teman saya yang sejak SMP tidak bertemu (sekitar 27 tahunan) tidak bertemu.
Beberapa tahun yang lalu, suatu saat saya mencoba mencari teman-teman SMP lewat jejaring social Facebook dan berhasil menemukan banyak teman SMP disitu. Tapai ada salah satu teman yang saya ingat namanya dan saya coba cari tetapi tidak ketemu di Facebook. Baru beberapa bulan terakhir ketemu teman saya ini di WhatsApp. Ternyata teman saya ini memang sedikit gaptek dan juga baru ketemu WhatsApp. Saat chatting lewat WA saya pernah menanyakan alamat rumahnya dan mengatakan barangkali saya kalau suatu saat ke kota tempat tinggal teman saya ini saya mau mampir. Padahal secara perhitungan kemungkinan mungkin sangat kecil sekali untuk ketemu teman saya ini, karena kemungkinan untuk sampai ke tempat tinggal teman saya ini ya sangat kecil. Walaupun saya pernah pergi ke kota tempat teman saya tinggal ini untuk kemungkinan kembali lagi kesana kemungkinan sangat kecil. Tidak ada alasan yang mendukung untuk sampai kesana.
Cerita singkatnya beberapa hari waktu yang lalu saya diberikan kesempatan oleh Sang Maha Kuasa ketemu teman saya ini di rumahnya. Saya tinggal di Depok Jawa Barat dan teman saya ini tinggal di daerah Kalasan, dekat Prambanan, Jogjakarta. Hal ini saya yakini karenan saya pernah punya keinginan untuk mampir ke rumahnya, sehingga waktu, kesempatan, alam semesta diatur oleh Sang Maha Kuasa untuk mempertemukannya.

Mas Ekwanto, konco SMP, 27 tahun baru ketemu, karena ada KEINGINAN untuk bertemu


Cerita lain, saya punya teman yang pulang dari Singapore dan foto di depan hotel Mariana Bay Sands Hotel. Saat itu juga saya jadi punya keinginan … Kapan ya saya bisa foto disitu? Keinginan saya itu saya tuangkan dengan mengedit foto saya di Photoshop foto di depan hotel Mariana Bay Sands Hotel tersebut … hanya editan … dan saya posting di Facebook juga saya tulis … editan Photoshop ….  Saya uplod foto editan tanggal 20 Pebruari 2015.  Beberapa bulan kemudian pasnya tanggal 24 Maret 2015 … ndelalah saya benar-benar foto di depan hotel Mariana Bay Sands Hotel tanpa editan alias asli. Secara akal saya waktu itu ya kemungkinan sangat kecil. Ra nduwe ongkose he he he …
Masih banyak kejadian-kejadian kecil yang sering kita alami dan saya yakin semua orang pasti pernah mengalami.

upload editan photoshop 20 peb 2015

foto beneran tgl 24 maret 2015 diupload tgl 25 maret 2015


Kesimpulannya keinginan atau cita-cita kita sebenarnya adalah Doa kita kepada Yang Maha Kuasa. Kita terkadang takut untuk berangan, takut untuk berkeinginan, takut untuk bercita-cita, takut untuk meminta/berdoa dengan hal-hal yang tidak kita mungkinkan sendiri. Kita lupa bahwa ada yang lebih berhak mengatur dan membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin diluar batas logika kita yaitu Alloh yang Maha Kuasa.

Saya ingat sebuah kalimat … Tugas kita hanyalah MEMINTA setelah itu kita tunggu antriannya untuk diKABULKAN ….


Semoga bermanfaat …

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SWZ PICTURE Graphic Design

  Melayani desain: Packaging Product, Product Label, Company Profile, Katalog, Name Card, Flyer, Brosur, dll

Kisah Inspiratif : Penyelam Mutiara

Seorang penyelam yang diupah untuk mengambil Mutiara di dalam laut, ia dibekali dengan peralatan lengkap dan terutama oksigen dengan jumlah tertentu atau untuk jangka waktu tertentu. Ketika ia menyelam didapatinya pemandangan yg indah di dalam lautan, ia asyik dan terpesona atas keindahan dasar laut, bercengkerama dgn ikan² hias yg mempesona, baru...ketika oksigen dalam tabungnya hampir habis, ia tersadar bahwa ia telah lalai akan tugasnya,  Maka...dengan ter-gesa² mencari mutiara, namun persediaan oksigennya mengharuskannya kembali kepermukaan. Akhirnya...saat harus mempertanggungjawabkan tugasnya, ia amat menyesalinya, karena ia termasuk orang yg tidak bisa memenuhi keinginan tuannya... Kita hidup didunia, dibekali dgn fasilitas lengkap dari-NYA, dan ingat persediaan "oksigen" kita ada batasnya.  Namun...banyak orang yg terpesona oleh kesenangan dunia, sehingga lalai mencari "Mutiara". Jika penyelam tadi tahu akan jatah oksigennya, sedang kita ... tidak pernah tah...

The Thatcher Illusion

The Thatcher Illusion alias Ilusi Thatcher. Ilusi mata ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Peter Thompson dari University of York, Inggris, pada 1980. Sesuai namanya, fenomena ini pertama kali diperkenalkan dengan foto wajah mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher yang dijadikan ilusi visual. Thompson mengambil foto wajah Thatcher dan membalikkan kedua mata serta mulut di foto tersebut. Dalam kondisi terbalik, tidak begitu terlihat ada sesuatu yang berubah. Namun dalam kondisi normal, tampak ada suatu hal yang salah. The Thatcher Illusion menunjukkan bagaimana mekanisme otak kita dalam memproses informasi mengenai wajah manusia yang dibentuk oleh fitur-fitur seperti dua mata, hidung, mulut, telinga, dan lainnya. Ilusi ini menunjukkan bahwa ternyata otak kita tidak sekedar memproses fitur-fitur yang berbeda tersebut secara satu per satu. Tapi, otak kita memproses fitur-fitur tersebut secara keseluruhan dan juga memproses posisi dan hubungan antar...